Kemarin, gas hemat hingga kemungkinan resesi Nusantara 1,5 persen

admin

Kemarin, gas hemat hingga kemungkinan resesi Nusantara 1,5 persen

Probabilitas resesi Nusantara hanya saja 1,5 persen, lebih tinggi rendah jika dibandingkan dengan hampir semua negara

Jakarta – Berbagai berita dunia usaha pada Selasa (14/5) masih layak untuk dibaca, mulai dari kepastian Menteri Tenaga dan juga Informan Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk melanjutkan kebijakan gas murah, hingga kemungkinan resesi Negara Indonesia berada dalam hitungan sekitar 1,5 persen.

Menteri Tenaga juga Informan Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meyakinkan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) atau biaya gas diskon di bawah 6 dolar Amerika Serikat per MMBTU bagi tujuh kelompok lapangan usaha akan dilanjutkan.

“Terus. (HGBT) terus jalan,” ujar Arifin di mana ditemui di dalam Tangerang, Banten, Selasa.

Kementerian Pekerjaan Umum kemudian Perumahan Rakyat (PUPR) menggerakkan cepat mengerahkan alat-alat berat untuk membantu penanganan darurat bencana banjir lahar dingin yang dimaksud terbentuk ke Wilayah Agam kemudian Daerah Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Baca Juga :  PUPR: Bendungan Ameroro Sultra Tingkatkan Suplai Air Lahan Pertanian

Staf Ahli Menteri PUPR Area Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR Maulidya Indah Junica mengutarakan alat berat yang mana dikerahkan difokuskan untuk membersihkan material lumpur juga material vulkanik Gunung Marapi juga membuka jalan akses untuk mengalirkan bantuan dan juga logistik.

Kementerian Koperasi juga UKM (Kemenkop UKM) mengundang beberapa startup yang telah terjadi terkurasi untuk bertemu global venture capital untuk memperluas akses pembiayaan mereka.

Deputi Sektor Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah pada pernyataan resminya ke Jakarta, Selasa, memaparkan Indonesi miliki 2.605 startup dan juga menjadi negara keenam dengan jumlah agregat startup terbanyak di dalam dunia.

Kementerian Perdagangan mengatakan komoditas gitar dengan syarat Indonesi berhasil mencatatkan kegiatan potensial sebesar 963 ribu dolar Negeri Paman Sam atau senilai Rp15,5 miliar pada pameran Sound Messe in Osaka 2024 – Osaka Guitar Show ada 11-12 Mei 2024 di dalam ATC Hall, Osaka, Jepang.

Baca Juga :  Tim Kolaborasi FAO-IPB Tinjau Inovasi Ekonomi Biru di Sumatera Utara

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo mengatakan, pameran ini merupakan event yang digunakan tepat untuk memperkenalkan produk-produk alat musik, khususnya gitar akustik serta listrik selama Indonesi ke lingkungan ekonomi Jepang.

Menteri Koordinator Lingkup Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kemungkinan Indonesi mengalami resesi kegiatan ekonomi belaka sekitar 1,5 persen.

Probabilitas yang dimaksud lebih tinggi kecil bila dibandingkan negara-negara lain seperti Jerman yang digunakan 60 persen, Italia (55 persen), Inggris (40 persen), Australia (32,5 persen), Amerika Serikat (30 persen) Thailand (30 persen), Rusia (17,5 persen), Korea Selatan (15 persen), China (12,5 persen).

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar