Serangan negara Israel Bikin Sistem Kesejahteraan Daerah Gaza di Ambang Kehancuran

admin

Serangan negara negara Israel Bikin Sistem Kepuasan Daerah Kawasan Gaza pada Ambang Kehancuran

Jakarta – Israel masih terus melakukan serangan ke wilayah Gaza. Hal ini diketahui memproduksi sistem kebugaran Daerah Gaza diambang kehancuran.

Kementerian Bidang Kesehatan di dalam Kawasan Gaza menyatakan bahwa sistem kesehatan di dalam wilayah Palestina yang tersebut terkepung itu saat ini berada di dalam ambang kehancuran. Disebutkan bahwa sistem keseimbangan di Daerah Gaza belaka “beberapa jam lagi” sebelum kolaps.

Telebih hal ini terbentuk pasca pertempuran menghalangi pengiriman substansi bakar melalui penyeberangan utama. Selain kurangnya unsur bakar, ambulans dan juga kendaraan untuk mengangkut staf kebugaran juga terhambat.

“Kita hanya saja beberapa jam lagi menuju kolapsnya sistem kesehatan di dalam Jalur Wilayah Gaza sebab kurangnya material bakar yang tersebut diperlukan untuk mengoperasikan generator dalam rumah sakit, ambulans, juga [kendaraan] untuk mengangkut para staf,” kata Kementerian Bidang Kesehatan Kawasan Gaza yang tersebut dikelola organisasi Hamas pada sebuah pernyataan, seperti dilansir media Al Arabiya, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga :  Presiden Putin: kunjungan ke China adalah tradisi persahabatan

Diketahui pada hari Mulai Pekan (13/5) waktu setempat, pasukan negeri Israel berpindah lebih tinggi jarak jauh ke di wilayah tepi utara Gaza. Mereka mencoba untuk merebut kembali wilayah dalam mana mereka mengklaim telah lama mengalahkan organisasi Hamas beberapa bulan yang mana lalu.

Sementara pada ujung lain dari area kantong tersebut, tank-tank juga tentara tanah Israel terus progresif ke kota Rafah.

Militer negara Israel mengemukakan pada hari Mingguan lalu, bahwa merek telah lama membuka perlintasan perbatasan baru ke Daerah Gaza utara sebagai “bagian dari upaya untuk meningkatkan jalur bantuan.”

Sebelumnya, kelompok kelompok Hamas menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang tersebut menyampaikan gencatan senjata akan terwujud dalam Jalur Wilayah Gaza jikalau organisasi Hamas membebaskan para sandera yang mana tersisa. kelompok Hamas mengecam Biden berhadapan dengan pernyataan itu, serta menyebutnya sebagai “kemunduran” pada perundingan gencatan senjata.

Baca Juga :  Bela Serangan ke Gaza, Delegasi negeri Israel Diteriaki 'Pembohong' di ICJ

“Kami mengutuk sikap Presiden Amerika Serikat ini, kami menganggapnya sebagai keterpurukan dari hasil perundingan putaran terbaru, yang tersebut mengarah pada persetujuan pergerakan ini terhadap proposal yang tersebut diajukan para mediator,” demikian pernyataan Hamas, seperti dilansir AFP serta Al Arabiya, Mulai Pekan (13/5/2024).

Pernyataan Biden yang tersebut dikecam kelompok Hamas itu disampaikan pada Hari Sabtu (11/5) waktu setempat, pada saat sang Presiden Negeri Paman Sam hadir di acara penggalangan dana untuk kampanye pilpres ke luar Seattle, Washington, tepatnya di kediaman seseorang mantan eksekutif Microsoft.

iden memberikan tanggapan mengenai perundingan gencatan senjata antara tanah Israel lalu Hamas, pasca sebelumnya mengelakkan topik itu di tiga acara mirip pada hari terakhir pekan (10/5) lalu.

Baca Juga :  Gawat, Sistem Kesejahteraan dalam Daerah Gaza Bisa Kolaps Beberapa Jam Lagi

Dalam pernyataannya, Biden menyatakan bahwa gencatan senjata di peperangan Israel-Hamas kemungkinan besar berlangsung “besok” jikalau gerakan Hamas membebaskan para sandera yang digunakan ditangkap sejak serangan 7 Oktober tahun lalu.

“Akan ada gencatan senjata besok apabila organisasi Hamas membebaskan para sandera,” ucap Biden.

“Israel mengutarakan terserah pada Hamas, jikalau merekan menginginkannya, kita bisa saja mengakhirinya besok. Dan gencatan senjata akan dimulai besok,” kata Biden pada waktu berbicara di hadapan sekitar 100 pemukim yang hadir di acara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Biden pasca sebelumnya mengancam tanah Israel bahwa Negeri Paman Sam bisa jadi menghentikan pasokan senjata, teristimewa peluru artileri, apabila sekutunya itu masih mengirimkan pasukan darat di jumlah keseluruhan besar di invasi ke Rafah, Jalur Kawasan Gaza bagian selatan.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar