Mengoptimalkan desa nelayan kecil ke Semenanjung Shandong

admin

Mengoptimalkan desa nelayan kecil ke Semenanjung Shandong

Beijing – Dari jauh, jejeran rumah kecil dengan dinding batu warna abu-abu juga atap yang ditimbun dengan helaian daun kering warna cokelat tua tampak mencolok.

Disebut mencolok lantaran biasanya rumah-rumah ke perdesaan dalam China berbentuk kotak. Kalaupun memiliki atap miring, maka atap yang disebutkan menggunakan genteng kemudian temboknya dari batu bata, tidak batu biasa.

Apalagi ketika mendekat, atap pada rumah-rumah yang disebutkan bukanlah dari jerami kering, melainkan rumput laut kering yang digunakan disusun sedemikian rupa, kemudian ditumpuk serta dijadikan atap oleh warga.

Rumah beratap rumput laut kering yang tersebut diubah berubah menjadi homestay di Desa Linjialiu, Daerah Perkotaan Rongcheng, Provinsi Shandong, China. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Pemandangan rumah kecil nan unik, namun rapi, itu berjejer pada Desa Linjialiu, Perkotaan Rongcheng, ujung timur Semenanjung Shandong, Provinsi Shandong, China.

Rumput laut yang digunakan kering seiring waktu memadat juga mengeras, sehingga tahan air, kuat dan juga dapat diinjak.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar