Amnesti Internasional minta Prancis hormati hak masyarakat adat Kanak

admin

Amnesti Internasional minta Prancis hormati hak rakyat adat Kanak

Istanbul – Amnesti Internasional memohonkan pihak berwenang Prancis untuk menghormati hak-hak rakyat adat Kanak, pada sedang kerusuhan yang berlangsung dalam wilayah luar negeri Prancis, Kaledonia Baru.

“Keadaan darurat yang tersebut disampaikan pemerintah Prancis kemudian pengerahan tentara Prancis, ditambah dengan larangan terhadap program media sosial TikTok, bukan boleh disalahgunakan untuk membatasi hak asasi manusia,” kata peneliti Pasifik Amnesti Internasional, Kate Schuetze.

Schuetze, dengan memperhatikan banyaknya penderita jiwa di kerusuhan tersebut, mengungkapkan polisi Prancis dan gendarmeri hanya saja dapat menggunakan kekuatan apabila di keadaan sangat krusial, lalu memprioritaskan pemeliharaan hak untuk hidup.

Dia mengungkapkan bahwa pelarangan TikTok adalah tindakan yang tersebut tiada setimpal, lalu akan melanggar kebebasan berekspresi.

Schuetze menambahkan langkah seperti itu dapat berubah menjadi preseden bagi pemerintah lain pada seluruh bola untuk membenarkan penutupan akses media sosial sebagai reaksi terhadap membantah publik.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar