PM Malaysia: Kebebasan pers matangkan demokrasi

admin

PM Malaysia: Kebebasan pers matangkan demokrasi

Kuching, Malaya – Awal Menteri (PM) Negara Malaysia Anwar Ibrahim memaparkan kebebasan pers akan mematangkan tahapan demokrasi juga akan mampu menyokong tumbuhnya karya-karya besar ke bervariasi bidang seperti sastra, budaya juga politik.

Hal itu disampaikan Anwar pada puncak acara Hari Wartawan Nasional (Hawana) Malaya 2024 di dalam Kuching, Sarawak, Senin, yang dihadiri sekitar seribu wartawan media dalam Tanah Melayu serta asing pada antaranya dari Indonesia, Kamboja, Jepang, Kuwait, Brunei, Filipina, Timor Leste, Vietnam, China, Korea Selatan, Qatar kemudian Prancis.

"Kalau tiada ada kebebasan tak akan ada demokrasi yang dimaksud matang, kalau tiada ada kebebasan tidaklah akan lahir karya-karya baik ke bidang sastra, politik, budaya serta lainnya," kata Anwar di sambutannya.

Baca Juga :  Rusia: Serangan negeri Israel ke Rafah tak dapat diterima

Namun, PM Malaya mengingatkan bahwa kebebasan itu masih harus ada batasnya, yaitu jangan sampai menghasut serta memecah belah, yang mana bisa jadi merusak sendi-sendi moral juga menghambat pembangunan.

Ruang kebebasan yang mana diberikan terhadap media untuk mencari kebenaran dan juga untuk menyalurkan aspirasi yang membangun, namun disajikan sesuai fakta dengan tetap menjunjung tinggi norma-norma lalu etika, kata Anwar menegaskan.

Anwar mengungkapkan bahwa planet kewartawanan memegang peranan sangat penting pada sejarah konstruksi lalu peradaban negara.

Menurut dia, wartawan atau jurnalis memiliki peranan penting di memperjuangkan kemanusiaan, sehingga fungsinya tidak ada boleh dikalahkan oleh apapun, diantaranya konstruksi fisik, kemajuan teknologi bahkan oleh perkembangan teknologi berbentuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Anwar mengatakan, Artificial Intelligence merupakan buatan manusia, sehingga tergantung bagaimana mengisinya dengan hal-hal baik untuk memudahkan kerja berubah-ubah hal diantaranya kerja jurnalistik.

Baca Juga :  Rusia sebut negeri Israel hambat pembebasan sandera yang ditahan gerakan Hamas

Pada kesempatan tersebut, Anwar juga menyampaikan bahwa inisiatif Tabung Kasih@HAWANA yang tersebut telah lama dilaksanakan pada tahun sebelumnya, akan dilanjutkan dengan nilai 1 jt ringgit Negara Malaysia (RM) atau sekitar Rp3,4 miliar, yang digunakan bertujuan untuk meringankan beban tim media.

"Saya ingin mengumumkan tambahan banyaknya 1 jt ringgit itu untuk Tabung Kasih@HAWANA pada 2025 untuk membantu pekerja media yang digunakan mengalami kesulitan," katanya.

Hadir pada acara itu, Premier Sarawak Tan Sri Abang Johari Abang Openg, Menteri Komunikasi Tanah Melayu Fahmi Fadzil, Menteri Kerja Raya Datuk Seri Alexander Nanta Linggi, Timbalan Premier Sarawak Datuk Amar Dr Sim Kui Hian dan juga Pengerusi Pertubuhan Berita Nasional Tanah Melayu (BERNAMA) Datuk Seri Wong Chun Wai.

Baca Juga :  Premier Sarawak harapkan SMeC 2024 beri solusi persoalan terkini media

Sebelum acara puncak dimulai, Anwar Ibrahim menyempatkan diri menemui 18 wartawan dari 12 media asing, untuk berbincang terkait ragam persoalan berkaitan dengan dunia pers hingga isu global terkini.

Artikel ini disadur dari PM Malaysia: Kebebasan pers matangkan demokrasi

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar