Kementan ajak UMKM jeli lihat kesempatan bidang usaha proses pengolahan lebih lanjut pangan

admin

Kementan ajak UMKM jeli lihat kesempatan bidang bisnis tahapan pengolahan lebih lanjut lanjut pangan

Ibukota Indonesia – Kementerian Pertanian (Kementan) menghadirkan pelaku usaha mikro kecil juga menengah (UMKM) di negeri agar mampu mengawasi dan juga memanfaatkan potensi industri dari proses lanjut olahan pangan sehingga bisa jadi memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Kepala Biro Humas dan juga Berita Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri pada pernyataan pada Jakarta, Hari Sabtu menyatakan bahwa pelaku UMKM khususnya partisipan BJBPreneur yang didominasi kaum muda, sangat berisiko untuk memanfaatkan potensi industri dari olahan pangan.

“Kami tadi melakukan diskusi dengan para partisipan kemudian sebagian besar dari merekan memang sebenarnya miliki kemampuan untuk mengembangkan perniagaan dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada pada sekitar mereka. Baik itu komoditas, baik itu kesempatan pasar, termasuk juga perubahan produk," kata Kuntoro.

Baca Juga :  Transaksi QRIS Kaltim meningkat signifikan capai Rp1,68 triliun

Kuntoro hadir sebagai salah satu juri ke Proyek BJBPreneur 2024 yang dimaksud diselenggarakan oleh Bank BJB.

Ia mengapresiasi keikutsertaan sebagian besar anak-anak muda yang dimaksud kreatif serta inovatif di menciptakan hasil turunan baru di bidang pertanian.

"Sebagian besar kontestan dari BJBPreneur ini melakukan pergerakan sebagai agripreneur juga memang benar anak-anak muda. Kemudian juga badan usaha, termasuk ada pekerja sosial yang tersebut sangat inovatif,” ucap Kuntoro.

Ia mengaku optimis terhadap sektor pertanian untuk terus menggerakkan roda ekonomi semakin tinggi, apalagi animo kalangan muda yang terjun di dalam bola perusahaan pertanian menunjukkan kecenderungan yang tersebut meningkat.

Group Head PESAT/ UMKM Bank BJB Dodi Sandra Nugraha menjelaskan bahwa BJBPreneur adalah event kompetisi yang dimaksud disertai para pelaku UMKM ke beraneka bidang yang digunakan bertujuan mengembangkan UMKM yang digunakan tangguh juga mampu bertahan dalam berada dalam berubah-ubah tantangan sehingga memiliki daya saing, dan juga berkelanjutan.

Baca Juga :  Mentan: Ketersediaan hewan kurban Idul Adha 2024 surplus 88 ribu ekor

Dodi berharap para pelaku UMKM khususnya dalam bidang pertanian mampu membaca potensi serta prospek daerahnya setiap-tiap untuk sanggup dikembangkan tambahan terpencil lagi khususnya pada usaha olahan pangan.

"Bagaimana langkah supaya para pelaku UMKM khususnya pada bidang pertanian itu justru mengembangkan usahanya pada daerahnya sehingga item pertanian itu dapat dikembangkan atau dapat dibesarkan ke daerahnya," kata Dodi.

Menurut Dodi, masih sejumlah komoditas pertanian yang dimaksud belum diolah sehingga belum memberikan banyak nilai tambah.

“Sementara produk-produk dari pertanian ini bagaimana langkah supaya mampu berubah menjadi lapangan usaha olahan. Contohnya di acara BJBPreneur ini, ada beberapa barang pertanian yang mana akhirnya bisa jadi bermetamorfosis menjadi olahan serta berubah menjadi suatu prospek baru untuk item yang dimaksud mampu kita lakukan kemasan baik di dalam di negeri maupun pada luar negeri," ucap Dodi.

Baca Juga :  Kadin mengambil bagian perkuat UMKM di negeri dengan kampanye Ayo Berkadin

Artikel ini disadur dari Kementan ajak UMKM jeli lihat peluang bisnis hilirisasi pangan

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar