Spekatakulernya pertunjukan cahaya lalu kata-kata ke tebing HUT Apkasi 2024

admin

Spekatakulernya pertunjukan cahaya tak lama kemudian kata-kata ke tebing HUT Apkasi 2024

Trenggalek – Tepat pasca Shalat Isya’, hari terakhir pekan (7/6) malam, suasana Desa Sukorejo di Kecamatan Gandusari, Daerah Trenggalek, Jawa Timur, lebih besar padat dari biasanya. Mobil-mobil terparkir di kanan serta kiri jalan.

Banyak pemukim datang. Tujuannya sama, yaitu ke Tebing Kepuh yang dimaksud jaraknya sekitar 11 kilometer dari Alun-Alun Trenggalek. Arahnya dari pusat kota menuju perbatasan Daerah Tulungagung.

Di tempat kejadian itu ada jamuan makan di malam hari beberapa bupati dari bervariasi tempat dalam Tanah Air. Tahun ini Trenggalek berubah menjadi tuan rumah peringatan serius Hari Ulang Tahun ke-24 Asosiasi eksekutif Daerah Seluruh Indonesia (Apkasi).

Tak semata-mata bupati-bupati, hadir perwakilan Dewan Liberal kemudian Demokrat Asia (CALD), yakni kumpulan partai kebijakan pemerintah se-Asia Pasifik yang dimaksud punya perhatian pada kebijakan hak asasi manusia.

Untuk ke posisi acara, tak semua kendaraan sanggup masuk. Para tamu lalu undangan harus bergantian naik kendaraan listrik jenis boogie car yang tersebut telah disiapkan penyelenggara.

Jaraknya hanya sekali sekitar 500 meter, tapi melintasi perkampungan yang tersebut jalannya tak terlalu lebar juga terbentang sawah luas ke kanan juga kirinya, menghasilkan tamu merasakan sensasi berbeda terkena embusan angin sawah pada waktu malam.

Setelah sampai, mereka itu disambut juga ditunjukkan kursi tempatnya duduk dan juga meja bundar yang dibentuk round table.

Acara itu dipandu duet pembawa acara Berdit Zanzabela serta Nurul Yudo. Bela, panggilan akrab Berdit Zanzabela, adalah putri wilayah sekaligus Koordinator Trenggalek Creative Network (TCN), sedangkan Nurul adalah istri dari Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letko Czi Yudo Aji Santoso.

Baca Juga :  KPU Jember laksanakan putusan MK tentang rekapitulasi ulang lebih banyak dulu

Sejumlah rangkaian acara dimulai, juga para kepala tempat dan juga tamu dari luar negeri tampak menikmatinya. Lagu-lagu yang mana disajikan lalu tari-tarian menciptakan suasana bertema "Southern Paradise Gala Dinner" itu lebih banyak semarak.

Hal yang mana spektakuler serta membanggakan, Tebing Kepuh semula adalah bekas galian tambang andesit itu dijadikan latar menyuguhkan light and sound atau pertunjukan cahaya juga suara.

Di tebing menjulang lebih tinggi itu ditampilkan dekorasi visual dengan sentuhan kreativitas yang mana mengiringi penampilan seni tari "Sri Gendam".

Tarian yang dimaksud menceritakan eksplorasi alam secara berlebihan yang mana justru menyebabkan kerugian juga kecacatan bagi masyarakat luas, seperti bencana alam.

Lewat bekas tambang batu andesit itu, Kepala Daerah Trenggalek Mochamad Nur Arifin ingin menunjukkan konsentrasi wilayahnya yang tersebut lebih tinggi mengedepankan aspek kesinambungan kelestarian alam di pembangunan daerah.

"Kami ingin tunjukkan ekonomi Trenggalek itu based on creativity, bukanlah based on eksplorasi yang dimaksud ke dalamnya satu di antaranya tambang. Jadi ini sebagai simbol, bekas tambang disulap berubah jadi tempat festival ligth and sound yang digunakan mengolaborasikan teknologi lalu seni,” ujar Nur Arifin.

Sejumlah bupati kemudian tamu dari di maupun luar negeri pada sela pertunjukan cahaya kemudian pernyataan sekaligus jamuan makan di malam hari pada rangkaian kegiatan HUT ke-24 Apkasi yang tersebut dijalankan pada Tebing Kepuh, Desa Sukorejo pada Kecamatan Gandusari, Daerah Trenggalek, Hari Jumat (7/6/2024) malam. ANTARA/HO-Diskominfo Trenggalek

Sajian menu khas

Di sela acara, para tamu juga undangan mendapat sajian istimewa. Dimasak oleh juru masak kenamaan Chef Andre serta puluhan siswa SMKN 1 Pogalan juga SMKN 2 Trenggalek melibatkan sebagai casual dinner.

Sebagai makanan pembuka adalah "Lumpia Tengiri Rebung", yakni ikan tengiri kukus suwir ditambah rebung yang digunakan diiris tipis serta dipanggang. Tersaji pada lapisan kulit lumpia renyah dengan kuah gula jawa lokal.

Baca Juga :  KRI REM lalu KRI DPN penghargaan shalat Ied Adha ketika layar pada luar negeri

Menu pembuka lainnya adalah "Krim Sup Lobster", merupakan daging lobster dicampur jagung yang tersebut dimasak hingga mengeluarkan krim hangat nan lezat.

Kemudian, menu utamanya adalah "Ayam Lodho", yaitu irisan daging ayam kampung diusapi dengan keju tak lama kemudian dikukus lalu dicampur bumbu dinikmati bersatu kentang tumbuk, saus lodho, urap, serta keripik tempe.

Menu lainnya adalah "Gegok Blencing", merupakan sushi lokal berisi irisan ikan laut kukus dibalut singkong serut yang direbus dengan santan juga bumbu khas Gegok.

Sebagai menu penutup disajikan "Puding Kopi Cincau", yaitu cincau dimasak bersatu kopi hingga mengeluarkan aroma segar juga disajikan dengan kuah gula aren lokal.

Terakhir adalah "Rempah Bumi Sopal", merupakan rempah hasil bumi Menak Sopal dimasak perlahan selama satu jam.

“Ini menunya saya beri nilai bintang empat,” ucap salah manusia tamu pada saat dimintai tanggapan oleh pembawa acara. Bahkan ada juga yang memberi nilai hingga bintang lima, usai menikmati hidangan-hidangan khas area setempat.

 

Penghargaan

Selain makan di malam hari juga pertunjukan yang mana berlangsung semarak, ke tempat sejenis juga diserahkan banyak penghargaan.

Trenggalek menjadi Daerah pertama penerima "Renewable Energy Certificate" (RECs) menghadapi kerja samanya sama-sama PLN untuk memilih sumber listrik dari energi terbarukan.

Sertifikat ini diberikan oleh APX inc, sebagai operator lalu administrator yang digunakan mempunyai hak mengeluarkan sertifikat "Tradable Instruments for Global Renewable" (TIGRs) melalui PLN.

Di di sertifikat yang dimaksud Pemkab Trenggalek melalui PLN memilih untuk mengelektrifikasi pendopo, gedung perkantoran dan juga kegiatan semalam menggunakan energi listrik dari PLTA Cirata.

Baca Juga :  Ridwan Kamil: Koalisi Prabowo-Gibran sefrekuensi pada pemilihan kepala daerah 2024

Oleh akibat itu, Pemkab Trenggalek diganjar piagam penghargaan melawan dedikasi dan juga dukungan terhadap pengembangan juga pemanfaatan energi baru terbarukan melalui Layanan PLN "Green Energy as a Service" (GEAS) – "Renewable Energy Certificate" (REC) pada pemakaian listrik dalam lingkungan otoritas Wilayah Trenggalek.

Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin (kanan) usai menyematkan selempang sekaligus memberi ucapan selamat untuk pemenang Putri Otonomi Tanah Air (POI) 2024 dalam Pantai Pondok Prigi, Hari Sabtu (8/6/2024) malam. ANTARA/HO-Diskominfo Trenggalek

Duta POI 2024

Dalam rangkaian HUT Ke-24 Apkasi juga dilaksanakan pemilihan grand final Putri Otonomi Tanah Air (POI) 2024. Berlokasi di Pantai Pondok Prigi, Hari Sabtu (8/6) malam, berjumlah 15 finalis memberikan penampilan lalu bakat terbaiknya.

Perwakilan dengan syarat Daerah Klaten, Jawa Tengah, Raphaella Chayla Shaka menyabet juara pertama disusul tempat kedua atau runner up dari Wilayah Minahasa Utara Rosanna M James.

Berikutnya runner up kedua dari tuan rumah Wilayah Trenggalek Laili Soimaturohmah, juga perwakilan jika Kota Dharmasraya Niken Gesdianlie pada kedudukan runner up ketiga.

Menurut Mas Ipin, panggilan Mochamad Nur Arifin, para finalis POI merupakan talenta terpilih yang dimaksud disaring melalui serangkaian ketat dari banyak kabupaten di Indonesia.

Pihaknya optimistis masa depan para finalis lalu juara POI akan semakin cerah oleh sebab itu mereka memiliki talenta juga jejaring bagus.

Selain gala dinner lalu grand final POI, rangkaian kegiatan lainnya adalah sepak bola pantai, dialog nasional, woman program, fun walk, hingga syukuran HUT ke-24 Apkasi.

Artikel ini disadur dari Spekatakulernya pertunjukan cahaya dan suara di tebing HUT Apkasi 2024

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar