Profesor universitas ternama Korsel minta maaf berhadapan dengan rencana pemogokan

admin

Profesor universitas ternama Korsel minta maaf berhadapan dengan rencana pemogokan

Seoul – Profesor kedokteran dari universal ternama Korea Selatan yakni Universitas Nasional Seoul (SNU) menyampaikan permintaan maaf untuk pasien sebab merencanakan mogok kerja tanpa batas waktu minggu depan sebagai mengkritik terhadap reformasi medis pemerintah.

"Kami ingin menyampaikan bahwa kami benar-benar minta maaf untuk pasien yang dimaksud menderita tindakan hukum kritis dan juga penyakit langka. Kami gagal memahami sepenuhnya bahwa rencana kami menghadapi pemerintah dapat menyebabkan keputusasaan bagi pasien," kata komite tanggap darurat profesor kedokteran SNU pada konferensi pers di dalam Seoul, Jumat.

Permintaan maaf yang mana dikeluarkan oleh komite yang dimaksud muncul di mana para profesor yang mana menjabat sebagai dokter senior dalam rumah sakit SNU telah terjadi berjanji untuk menghentikan operasi rumah sakit tanpa batas waktu mulai 17 Juni.

Baca Juga :  Negeri Paman Sam desak negeri Israel setop gunakan militer untuk kawal pemukim Yahudi

Para profesor juga bersumpah untuk melanjutkan perawatan bagi pasien yang sakit kritis tanpa hambatan.

Pemogokan kerja dilaksanakan oleh sebab itu tidaklah ada terobosan yang dimaksud dijalankan pada menyelesaikan konflik antara pemerintah juga dokter partisipan pelatihan yang tersebut sudah pernah meninggalkan tempat kerja sejak Februari sehubungan dengan peningkatan kuota pendaftaran sekolah kedokteran yang ditetapkan pemerintah.

Komite menjelaskan penutupan yang mana direncanakan berarti penghentian layanan medis lalu operasi bagi pasien rawat jalan kemudian pasien yang mana menderita tindakan hukum ringan. Komite juga menekankan bahwa pemogokan yang digunakan direncanakan tiada akan mempengaruhi perawatan bagi pasien yang dimaksud serius.

Para profesor SNU menuntut pemerintah mengakui tanggung jawabnya sebagai pemicu krisis medis pada waktu ini serta mengambil tindakan praktis. Mereka juga menyerukan upaya memperbaiki keadaan untuk melatih dokter kategori junior juga membentuk badan konsultasi untuk dialog antara pemerintah serta dokter.

Baca Juga :  Menlu RI bahas persoalan Palestina dengan Presiden Majelis Umum PBB

Selain pemogokan yang dimaksud direncanakan oleh para profesor SNU, Asosiasi Medis Korea, sebuah kelompok lobi utama bagi para dokter, memutuskan untuk melakukan pemogokan satu hari pada 18 Juni yang tersebut dapat melibatkan dokter komunitas lalu profesor kedokteran.

Meski mendapat tentangan keras, pemerintah menyelesaikan peningkatan kuota penerimaan sekolah kedokteran sekitar 1.500 kursi pada akhir bulan berikutnya di upaya mengatasi kekurangan dokter. Itu merupakan peningkatan pertama pada 27 tahun.

Narasumber : Yonhap

Artikel ini disadur dari Profesor universitas ternama Korsel minta maaf atas rencana pemogokan

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar