Pengamat apresiasi dalam sedang keadaan sulit kinerja Pertamina positif

admin

Pengamat apresiasi pada sedang keadaan sulit kinerja Pertamina positif

Ada peningkatan kinerja. Harus diapresiasi akibat terbentuk pada sedang situasi yang dimaksud tiada mudah

Jakarta – Direktur Center for Energy Policy M Kholid Syeirazi mengapresiasi kinerja positif Pertamina sepanjang 2023 yang dimaksud terus meningkat pada sedang situasi yang digunakan tidak ada sederhana salah satunya status geopolitik yang mana bukan menentu juga tingginya kurs mata uang.

"Ada peningkatan kinerja. Harus diapresiasi sebab terjadi dalam berada dalam situasi yang dimaksud tak mudah," kata Kholid melalui sambungan telepon pada Jakarta, Jumat.

Di sisi hulu, lanjutnya, kinerja perusahaan meningkat sehingga sekarang produksi Pertamina mencapai 70 persen dari porsi permintaan nasional, sementara dalam sektor gas mencapai 37 persen.

Ia mengatakan, keberhasilan Pertamina tak lepas dari hasil produksi lapangan minyak (wilayah kerja/WK) seperti Blok Rokan, Blok Mahakam, lalu wilayah kerja lainnya.

Baca Juga :  LKPP target pengadaan 2024 untuk barang di negeri capai 95 persen

Menurut dia, keberhasilan BUMN migas itu menjalankan beragam WK juga tidaklah mudah, meskipun merupakan blok alih kelola, namun jikalau Pertamina tak kompeten tentu akan mengalami penurunan produksi.

Begitu juga pada midstream dan juga downstream Kholid berharap Pertamina terus meningkatkan kinerja diantaranya dalam antaranya segera menyelesaikan pembangunan kilang, sehingga bisa jadi menyokong peningkatan ketahanan energi serta menghurangi impor.

Sebelumnya Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan Tahun Buku 2023 di Kementerian BUMN, Jakarta, Mulai Pekan (10/6) mengemukakan kinerja perusahaan sepanjang 2023 mengalami peningkatan.

Capaian yang dimaksud berkat efisiensi, optimalisasi biaya, manajemen liabilitas, dan juga komitmen penyelesaian piutang pemerintah untuk Pertamina.

"Seiring dengan peningkatan operasional, capaian keuangan pun meningkat berkat efisiensi, optimalisasi biaya, manajemen liabilitas, juga komitmen penyelesaian piutang pemerintah terhadap Pertamina," ujarnya.

Baca Juga :  Inisiatif Bumi Resources Perkuat Pondasi Kemandirian Komunitas

Dalam laporan tahun buku 2023, produksi migas bertumbuh 8 persen dari tahun 2022 sebesar 967 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) bermetamorfosis menjadi 1.044 MBOEPD pada 2023.

Begitu juga dengan pengolahan serta petrokimia yang mana mengalami peningkatan produksi sebesar 341 jt BBL pada  2023. Sementara pada perusahaan pemasaran serta niaga, realisasi pelanggan barang BBM lalu Non-BBM juga meningkat berubah jadi 100 jt KL di  2023.

Terpisah, pengamat BUMN dari Datanesia Institute Herry Gunawan juga menafsirkan positif kinerja Pertamina yang digunakan mana keberhasilan pada sektor hulu tak lepas dari beragam pembaharuan teknologi yang digunakan dilakukan.

Tidak semata-mata untuk mencari sumber-sumber minyak baru, tambahnya tetapi juga untuk meningkatkan produksi. Semisal melalui enhanced oil recovery (EOR).

Baca Juga :  Pertamina Hulu Torehkan Prestasi dalam Memacu Pertumbuhan Pedesaan

Menurut dia, di berada dalam kondisi geopolitik tiada menentu perusahaan negara yang dimaksud juga dinilai mampu mengurus manajemen operasional dengan baik, salah satunya dalam antaranya melakukan efisiensi dengan sangat baik, antara lain perubahan rantai nilai pada sektor hulu hingga hilir.

"Harga minyak pada bursa internasional kan tak dapat dikontrol oleh Pertamina, tapi oleh pasar. Jadi ya harus diterima apa adanya. Sementara kegiatan operasional justru bisa jadi dikontrol, serta ini yang digunakan direalisasikan oleh Pertamina, yakni optimalisasi biaya. Ini adalah memproduksi kinerja perusahaan kekal positif," ujar Herry.

 

Artikel ini disadur dari Pengamat apresiasi di tengah kondisi sulit kinerja Pertamina positif

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar