Pelni prioritaskan ganti dua kapal usia tua 

admin

Pelni prioritaskan ganti dua kapal usia tua 

Kapal Umsini juga Kelimutu itu yang mana masuk prioritas untuk kami ganti

Badung, Bali – BUMN, PT Pelayaran Nasional Tanah Air (Pelni) memprioritaskan penggantian dua kapal tua yang mana berusia 39 tahun untuk meningkatkan pelayanan, keamanan hingga efisiensi.

"Kapal Umsini lalu Kelimutu itu yang mana masuk prioritas untuk kami ganti," kata Manajer Komunikasi Pelni Ditto Pappilanda dalam Kuta, Wilayah Badung, Bali, Senin.

Pihaknya berencana mengganti unit kapal yang digunakan telah beroperasi sejak 1985 itu menggunakan kapal baru, menanti realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Kementerian Keuangan.

Apabila PMN dapat direalisasikan pada 2024 maka kapal bisa jadi diproduksi oleh perusahaan galangan kapal kemudian diperkirakan bisa jadi dioperasikan pada 2026-2027.

Ia menambahkan, mengingat pada di negeri belum ada produsen kapal penumpang dengan kapasitas di dalam melawan 1.000 orang, maka pihaknya melakukan survei galangan kapal di dalam Eropa ke antaranya Jerman, Yunani kemudian Italia.

Baca Juga :  Lautan Kembali Bergemuruh dengan Debut BYD Sea Lion 07

Selain itu, survei galangan kapal tiga negara pada Asia juga rencananya dikerjakan sebagai alternatif produsen kapal penumpang yakni China, Negeri Sakura serta Korea Selatan.

Dengan asumsi nilai tukar untuk satu unit kapal baru mencapai sekitar Rp1,5 triliun maka per tahun pihaknya mengupayakan mendapatkan PMN sebesar Rp3 triliun untuk mengganti minimal dua kapal lama berubah menjadi kapal baru.

Saat ini, pihaknya mempunyai total 26 unit kapal yang tersebut sebagian besar pada antaranya berusia tua yakni di melawan 30 tahun kemudian tidak ada berbagai kapal berusia muda, salah satunya kapal Dempo yang dimaksud tergolong anyar yang dimaksud diproduksi pada 2008.

"Usia ekonomis kapal itu 30 tahun dan juga itu tergantung perawatan. Semakin tua (kapal) maka semakin berat perawatannya," imbuhnya.

Baca Juga :  Kemarin, Super Air Jet hingga IKN dikenalkan ke pengusaha perusahaan UEA

Adapun kendala yang dihadapi untuk kapal berusia tua itu yakni belum efisiensi dari sisi substansi bakar hingga suku cadang yang dimaksud tidaklah dapat dilaksanakan segera apabila pada keadaan mendesak apalagi suku cadang kapal tua telah tidaklah diproduksi lagi.

Idealnya, kata dia, Nusantara memiliki minimal 90 unit kapal laut lantaran peran strategis BUMN itu melayani area tertinggal, terdepan dan juga terluar (3T) baik untuk angkutan perintis, angkutan ternak, tol laut hingga kapal rede atau kapal feeder.

Selain kapal Umsini lalu Kelimutu, beberapa kapal lain yang dimaksud berusia tua pada antaranya kapal Lawit yang beroperasi sejak 1986 atau telah 38 tahun kemudian kapal Tidar sejak 1988 atau 36 tahun.

Kapal Umsini ketika ini juga tidaklah dapat melayani angkutan penumpang oleh sebab itu mengalami kebakaran pada Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada Akhir Pekan (9/6).

Baca Juga :  Inisiatif Bumi Resources Perkuat Pondasi Kemandirian Komunitas

Di sisi lain, empat kapal yang digunakan melayani dari Denpasar, Bali yakni kapal Tilongkabila, Awu, Leuser juga Binaiya juga memiliki kemungkinan dapat diganti menjadi kapal baru lantaran berusia ke melawan 30 tahun.

Kapal Awu misalnya berusia paling tua yakni 33 tahun, kapal Leuser berusia 31 tahun kemudian Tilongkabila berusia 30 tahun

Apabila terealisasi, kata dia, maka kapal yang mana diganti akan pensiun lalu memiliki kemungkinan dapat dihibahkan terhadap instansi lain dalam tanah air salah satunya yang mana pernah diberikan terhadap TNI Angkatan Laut.

Artikel ini disadur dari Pelni prioritaskan ganti dua kapal usia tua 

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar