Menparekraf ingin vaksin rabies dalam destinasi wisata dipermudah

admin

Menparekraf ingin vaksin rabies di destinasi wisata dipermudah

Saya nanti akan koordinasi dengan Kementerian Aspek Kesehatan agar vaksin di dalam destinasi wisata lebih banyak dipermudah dan juga buat harganya lebih banyak terjangkau

Denpasar – Menteri Wisata dan juga Perekonomian Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan agar vaksinasi rabies di dalam destinasi pariwisata aksesnya dipermudah.

Hal ini disampaikan Sandiaga sewaktu menanggapi perihal wisatawan Australia bernama Jami Groves yang mana mengungkapkan dirinya digigit monyet ke Monkey Forest, Bali, lalu harus menjalani suntik rabies dengan biaya setara Rp97 juta.

“Saya baru diserang anjing di dalam Barcelona, tapi binatang disana sudah ada melalui tahapan suntik rabies sementara disini kan belum, jadi harus ada vaksin,” kata ia ke Denpasar, Jumat.

Menurut ia semestinya ada vaksin rabies yang enteng diakses teristimewa ke tempat rakyat kerap berinteraksi dengan monyet maupun binatang liar lainnya.

Baca Juga :  Milenial PNM berbagi asa bersatu siswa SLB Rawinala rayakan HUT Ke-25

Meski menurut ia penting dengan kebaikan banyak orang, Sandiaga menyadari ketika ini biaya tiap suntikannya tergolong tinggi.

Oleh lantaran itu untuk mewujudkan keinginannya, Menparekraf berencana mendiskusikan hal ini untuk Kementerian Aspek Kesehatan yang dimaksud dipimpin Budi Gunadi Sadikin.

“Saya nanti akan koordinasi dengan Kementerian Kesejahteraan agar vaksin di dalam destinasi wisata lebih lanjut dipermudah juga buat harganya lebih lanjut terjangkau,” ucapnya.

Terkait perkara yang digunakan menimpa wisatawan Australia di dalam Monkey Forest, Ubud, sendiri, Sandiaga mengaku bahwa selama ini ia telah mengarahkan apabila terbentuk tindakan hukum demikian diarahkan ke rumah sakit umum tempat kemudian mendapat penanganan.

“Walaupun gigitannya kelihatannya tidaklah berbahaya tetapi harus dipastikan tidak ada ada penyakit yang seperti rabies atau lainnya,” kata dia.

Baca Juga :  Menparekraf upayakan penerbangan segera tiga negara ke Labuan Bajo

Kepala Dinas Wisata (Dispar) Bali Tjok Bagus Pemayun menambahkan bahwa setelahnya dicari tahu sebenarnya ke objek wisata yang disebutkan telah dituliskan standar prosedur bagi wisatawan.

Bahkan pada saat terjadi permasalahan, badan pengelola Monkey Forest sudah ada menyediakan klinik sehingga meyakinkan merekan telah miliki standar pengamanan.

“Harusnya wisatawan mengikuti SOP pengelola, contoh di Monkey Forest saya sudah ada koordinasi itu ada aturan tak boleh memandang mata monyet serta ketika ada kegiatan harus didampingi oleh pramuwisata lokal,” tuturnya.

 

Artikel ini disadur dari Menparekraf ingin vaksin rabies di destinasi wisata dipermudah

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar