Jalur alternatif hindari Ganjil-Genap Ibukota Indonesia

admin

Jalur alternatif hindari Ganjil-Genap Ibukota Nusantara

Jakarta (ANTARA) – Kemacetan berubah menjadi hambatan besar tak lama kemudian lintas di Ibukota Indonesia sehingga sistem ganjil-genap sesuai plat nomor kendaraan diterapkan.

Kebijakan ganjil-genap dilaksanakan untuk mengurai kemacetan pada jalan-jalan besar Jakarta, teristimewa pada jam berangkat dan juga pulang kerja. Selain mengurai kemacetan, salah pertimbangan penerapan sistem itu ialah menurunkan polusi udara.

Pada sistem ganjil-genap, semata-mata kendaraan berplat nomor kendaraan yang dimaksud diakhiri bilangan ganjil yang boleh melintas dalam jalan tertentu pada tanggal ganjil, misalnya 9. Sebaliknya, pada tanggal genap, misalnya 10, belaka kendaraan berplat genap yang dimaksud bisa jadi melintas.

Ganjil-genap diberlakukan pada Mulai Pekan hingga Hari Jumat selama lima hari kerja. Pengemudi wajib mematuhi peraturan ini dengan mencocokkan plat nomor kendaraan sesuai tanggal melintas.

Baca Juga :  Daftar 26 ruas jalan pada Ibukota Indonesia yang tersebut berlaku ganjil genap

Waktu pelaksanaan ganjil-genap dibagi berubah menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 06.00 hingga 10.00 Waktu Indonesia Barat juga pertemuan kedua pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

Meski sistem itu dilaksanakan untuk mengurai macet, kebijakan ganjil-genap berubah menjadi hambatan bagi pengendara dengan plat kendaraannya tak sesuai. Mereka harus mencari jalur alternatif untuk mencapai tujuan perjalanan

Berikut ini banyak jalur alternatif yang tersebut tersedia untuk menjauhi ganjil-genap di dalam wilayah Jakarta:

  • Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman.
  • Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo-Jalan Casablanca-Jalan KH Mas Mansyur.
  • Jalan RE Martadinata-Jalan DanauSunter Barat-Jalan HBR Motik-Jalan Gunung Sahari.
  • Jalan Kwitang-Jalan Gunung Sahari.
  • Jalan RA Kartini-Jalan Ciputat Raya.
  • Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika (arah utara) atau Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika-Jalan Raya Kalibata-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Kasablanka (arah barat).
  • Jalan S. Parman-Jalan Tomang Raya-Jalan Suryo Pranoto-Jalan Cideng.
  • Jalan Warung Jati Barat-Jalan Pejaten Raya-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo.
Baca Juga :  PT Vale terima perpanjangan izin operasi hingga Desember 2035

Jalur alternatif memberi pengendara pilihan pada mengatur perjalanan, khususnya saat berangkat juga pulang kerja.

Cara alternatif lainnya untuk mencegah sistem ganjil-genap adalah menggunakan transportasi umum. Saat ini transportasi umum yang digunakan tersedia dalam DKI Jakarta antara lain ialah KRL Commuter Line, bus TransJakarta, MRT dan juga LRT.

Artikel ini disadur dari Jalur alternatif hindari Ganjil-Genap Jakarta

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar