Dubes sebut peningkatan jumlah keseluruhan lalu perkara WNI tantangan bagi KBRI Tokyo

admin

Dubes sebut peningkatan total keseluruhan tak lama kemudian perkara WNI tantangan bagi KBRI Tokyo

Tokyo – Duta Besar Republik Negara Indonesia untuk Negeri Sakura Heri Akhmadi menyampaikan bahwa peningkatan jumlah total warga negara Indonesi (WNI) juga persoalan hukum yang mana terbentuk merupakan tantangan yang tersebut harus dihadapi oleh KBRI Tokyo.

“Naiknya total WNI pada Jepun dibarengi dengan semakin banyaknya tindakan hukum yang tersebut terjadi,  akan menjadi tantangan bagi KBRI Tokyo, teristimewa untuk menjamin layanan masyarakat juga pelindungan prima bagi WNI,” katanya dalam Tokyo, Jumat.

Dia menyebutkan total WNI ke Jepun hingga akhir 2023 telah lama mencapai 149.101 khalayak atau naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pernyataan yang disebutkan disampaikan pada rapat koordinasi pelayanan rakyat serta pelayanan WNI kawasan Asia Timur dan juga Pasifik Oceania di mana KBRI Tokyo yang mana bermetamorfosis menjadi tuan rumah kegiatan yang dimaksud berlangsung 13-15 Juni itu.

Baca Juga :  Mengoptimalkan desa nelayan kecil ke Semenanjung Shandong

Heri juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pejabat yang membawahi bagian pelayanan masyarakat kemudian pelindungan WNI.

“Selain melakukan pelayanan juga pelindungan, pejabat di dalam bidang protokol lalu konsuler juga bertanggung jawab terhadap fasilitasi bagi pejabat VIP, sehingga beban yang tersebut diemban cukup berat,” tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Protokol juga Konsuler Kementerian Luar Negeri, Didik Eko Pujianto menyampaikan pentingnya standar khusus pelayanan masyarakat serta pelindungan WNI untuk menjamin kenyamanan lalu kecepatan pelayanan.

“Dengan adanya sosial media, komunitas dapat segera mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap masyarakat sewaktu dia merasa kurang nyaman,” katanya.

Rapat berlangsung secara hibrida kemudian dihadiri 33 penduduk kontestan dari 16 Perwakilan RI di dalam Asia Timur dan juga Pasifik Oceania antara lain KBRI Beijing, Canberra,  Port Moresby, Nairobi, Seoul, Suva, Wellington, KJRI Guangzhou, Hong Kong, Perth, Sydney, Osaka, Noumea,  Darwin, Vanimo, serta KDEI Taipei.

Baca Juga :  Heboh Jenderal Rusia Ditahan sebab Dugaan Tindak Kriminal

Berbagai topik yang tersebut dibahas, di dalam antaranya seputar permasalahan WNI yang dimaksud dihadapi, seperti ketenagakerjaan, overstayer, WNI meninggal dunia, Anak Buah Kapal (ABK), dan juga anak-anak dengan kewarganegaraan ganda.

Artikel ini disadur dari Dubes sebut peningkatan jumlah dan kasus WNI tantangan bagi KBRI Tokyo

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar