China aktifkan aturan yang digunakan izinkan penjaga pantai aktivitas kapal asing

admin

China aktifkan aturan yang digunakan izinkan penjaga pantai aktivitas kapal asing

Beijing – otoritas China menegaskan pihaknya telah mengaktifkan aturan bagi Garda Penjaga Pantai China (China Coast Guard) untuk menggunakan kekuatan persenjataan terhadap semua kapal asing yang dimaksud menolak meninggalkan perairan Tiongkok.

"Peraturan ini dikeluarkan oleh Penjaga Pantai China untuk menegakkan peraturan Penjaga Pantai China, menstandardisasi prosedur penegakan hukum administratif penjaga pantai juga menegakkan ketertiban ke laut dengan tambahan baik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada konferensi pers rutin dalam Beijing, China pada Hari Senin (17/6).

Undang-undang yang telah diterbitkan sejak 2021 itu mengatur masalah izin bagi penjaga pantai China yang tersebut dapat menembaki kapal asing, menghancurkan bangunan negara lain yang mana didirikan ke melawan terumbu karang yang tersebut diklaim milik China juga hak untuk memeriksa kapal asing dalam perairan yang disebut kepemilikan China.

Baca Juga :  Beijing minta Negeri Paman Sam tak campuri latihan militer China pada sekitar Taiwan

"Peraturan yang dimaksud tegas dengan praktik universal. Mengenai isu-isu terkait Laut China Selatan, pemerintah berupaya menangani perbedaan lalu perselisihan dengan baik melalui negosiasi serta konsultasi dengan negara-negara terkait, juga pada ketika yang mana sebanding secara tegas menanggapi setiap pelanggaran serta tindakan provokatif di laut," tambah Lin Jian.

Dalam penerapannya, Garda Penjaga Pantai China pada Hari Senin (17/6) waktu setempat menuduh kapal pasokan Filipina mengabaikan peringatan tegas dari dan juga mendekati kapal patroli Beijing secara tidaklah profesional sehingga menyebabkan tabrakan.

"Pada 17 Juni, satu kapal pemasok kemudian dua 'speed boat' Filipina, tanpa izin dari pemerintah China menyusup ke perairan dekat Ren'ai Jiao pada Nansha Qundao untuk mengirim material, di antaranya pekerja konstruksi, material ke kapal militer yang berlabuh secara ilegal ke Ren'ai Jiao," ungkap Lin Jian.

Baca Juga :  Presiden negeri Israel membantu kesepakatan Biden tentang gencatan senjata Kawasan Gaza

Sehingga, Garda Penjaga Pantai China mengambil tindakan pengendalian yang diperlukan untuk menghentikan kapal-kapal Filipina sesuai dengan hukum.

"Manuver di dalam tempat kejadian bersifat profesional, terkendali, dapat dibenarkan lalu sah. Hal itu konsisten dengan praktik universal," tegas Lin Jian.

pemerintahan China mengklaim miliki hak kedaulatan kemudian yurisdiksi melawan kepulauan yang digunakan disebut "Nanhai Zhudao" pada Laut China Selatan yaitu terdiri dari Dongsha Qundao, Xisha Qundao, Zhongsha Qundao serta Nansha Qundao atau lebih lanjut dikenal sebagai Kepulauan Pratas, Kepulauan Paracel, Kepulauan Spratly kemudian area Tepi Macclesfield.

Pulau karang itu disebut China dengan nama "Ren'ai Jiao", sedangkan oleh Filipina sebagai "Beting Ayungin" merupakan bagian dari Kepulauan Spratly yang tersebut disengketakan kedua negara, selain juga beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Baca Juga :  Jepun inginkan kolaborasi untuk jaga keamanan dalam kawasan

Laut China Selatan hingga ketika ini masih berubah menjadi titik panas permasalahan dalam kawasan dikarenakan China mengklaim hampir seluruh perairan dalam Laut China Selatan. Sejumlah negara anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, serta Filipina juga mengklaim wilayah tersebut.

Filipina menempatkan kapal peperangan BRP Sierra Madre sebagai "markas terapung" bagi penjaga pantai Filipina di terumbu karang yang disebutkan sejak 1999 kemudian mengirim warga untuk mengisi perbekalan pada markas terapung tersebut.

Artikel ini disadur dari China aktifkan aturan yang izinkan penjaga pantai tindak kapal asing

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar